Showing posts with label belajar biologi. Show all posts
Showing posts with label belajar biologi. Show all posts

Wednesday, 2 November 2022

Mengapa manusia mudah berpaling?

Manusia adalah primata super cerdas yang alam semesta hadirkan di planet bernama bumi, kita ketahui bersama bahwa manusia adalah mahluk unggul dari mahluk lainnya, manusia satu satunya spesies yang mampu menguasai peradaban di bumi.tak terlepas dalam hal asmara manusia juga terkadang memiliki ambisi untuk memenuhi keinginan asmaranya? namun bila kita lihat banyak sekali ketidakpuasan manusia terhadap apa yang sudah di dapat, sebagai contoh mengapa banyak wanita tidak cukup dengan 1 pria? sebelum kita bahas lebih jauh mari kita pelajari sejarah bagaimana awal peradaban manusia itu terbentuk

bila kita gunakan teori evolusi, awal mula manusia mulai berfikir dan memiliki akal adalah ketika kita berevolusi dari homo erectus menjadi homo sapiens, di homo sapiens ini lah kita mulai bisa berfikir dan berfilsafah, bila kita lihat di era homo erectus dan evolusi sebelumnya, manusia cendrung tidak puas terhadap apa yang sudah dia dapat, ketika dia sudah dapat ini dan bosan, lelah, jenuh dll maka dia akan mencari pengganti lainnya untuk menutupi perasaan tidak puas, bosan, lelah, dll. bahkan spesies mereka rela menumpahkan darah demi ambisinya memenuhi hasratnya demi menghilangkan ketidakpuasaan mereka, bosan, lelah dan jenuh mereka

Namun alam semesta rupanya baik kepada spesies kita, kita yang sebelumnya hanya primata yang hanya tau hasrat dan ketidakpuasan terhadap hal yang kita dapat, di evolusikan lah dari homo erectus dan sebelumnya menjadi homo sapiens, disinilah manusia diberi akal dan kecerdasan untuk mengatasi dan mencari solusi permasalah di atas tanpa harus membuat kegaduhan dan masalah baru, homo sapiens di beri akal dan kecerdasan untuk mengatasi masalah ketidakpuasaan,lelah, jenuh dll itu tanpa harus merugikan spesies lain serta mencari pengganti yang bisa memenuhi keinginannya itu, akal pada homo sapiens itu lah yang menjadi gerbang/penghalang/pembatas agar manusia tidak rakus mencari pengganti yg baru demi keinginan egoismenya 

bila kita kutip sebuah hadist

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

 

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048

jadi ada 3 sebeb manusia cendrung tidak puas dan mencari pengganti lain yang bisa memenuhi keinginannya bila sudah merasa bosan, lelah, jenuh dll

1. Tubuh/jasadnya memang sudah berevolosi menjadi manusia modern ( homo sapiens ) namun fikiran dan nalurinya belum bervolusi , masih seperti spesies simpanse dsb

2. ada masalah gangguan kejiwaan yang membuat akalnya tidak bisa di gunakan dengan baik 

3. cacat genetika yang mengakibatkan system tubuh tidak berjalan dengan baik

 

Sunday, 17 June 2018

ilmuwan menemukan jenis fotosintesis baru pada alga

Penampang batu pantai (Heron Island, Australia) menunjukkan klorofil-f mengandung cyanobacteria (jalur hijau) yang tumbuh jauh ke dalam batu, beberapa milimeter di bawah permukaan. Kredit: Dennis Nuernberg

Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang mekanisme dasar fotosintesis dan harus menulis ulang buku teks.

Ini juga akan menyesuaikan cara kita berburu kehidupan asing dan memberikan wawasan tentang bagaimana kita bisa merancang tanaman yang lebih efisien yang memanfaatkan panjang gelombang cahaya yang lebih panjang

Penemuan yang dipublikasikan hari ini di Science, dipimpin oleh Imperial College London, didukung oleh BBSRC, dan melibatkan kelompok-kelompok dari ANU di Canberra, CNRS di Paris dan Saclay dan CNR di Milan.

Sebagian besar kehidupan di Bumi menggunakan cahaya merah yang terlihat dalam proses fotosintesis, tetapi tipe baru menggunakan cahaya inframerah telah di temukan sebagai gantinya,ini terdeteksi di dalam cyanobacteria (ganggang biru-hijau) ketika mereka tumbuh di dekat cahaya inframerah, ditemukan dalam kondisi yang teduh seperti tikar bakteri di Yellowstone dan di pantai batu di Australia.

Sebagaimana telah ditemukan oleh para ilmuwan,ini juga terjadi di lemari yang dilengkapi dengan LED inframerah di Imperial College London.

Fotosintesis yang melampaui batas standar

Jenis fotosintesis standar yang hampir universal menggunakan pigmen hijau, klorofil-a, keduanya mengumpulkan cahaya dan menggunakan energinya untuk membuat biokimia dan oksigen yang berguna.Ketika klorofil-a menyerap cahaya hanya energi dari cahaya merah yang dapat digunakan untuk fotosintesis.

Karena klorofil-a terdapat pada semua tanaman, alga dan cyanobacteria yang kita ketahui, hal dianggap bahwa energi cahaya merah sebagai 'standar' untuk fotosintesis; yaitu, jumlah minimum energi yang diperlukan untuk melakukan proses kimia yang digunakan untuk menghasilkan oksigen, Batas standar ini digunakan dalam ilmu astrobiologi untuk mencari apakah ada kehidupan yang kompleks yang bisa berevolusi di planet-planet di tata surya lainnya.

Namun, ketika beberapa cyanobacteria ditanam di dekat sinar inframerah, sistem klorofil-a-yang merupakan standar fotosinteisi,  digantikan oleh sistem yang berbeda yang mengandung jenis klorofil yang berbeda,yaitu klorofil-f, dan mengambil alihnya.

Hingga saat ini, diperkirakan bahwa klorofil-f yang meyerap energi cahaya tersebut.Penelitian baru menunjukkan bahwa alih-alih klorofil-f memainkan peran kunci dalam fotosintesis di bawah kondisi yang berbayang, menggunakan cahaya inframerah energi rendah untuk melakukan proses kimia kompleks/fotosintesis. Ini adalah fotosintesis 'di luar batas standar'..

Peneliti utama Profesor Bill Rutherford, dari Departemen Ilmu Kehidupan di Imperial, mengatakan: "Bentuk baru fotosintesis ini membuat kami memikirkan kembali apa yang kami pikir mungkin terjadi Ini juga mengubah cara kita memahami peristiwa penting di jantung fotosintesis standar. Ini adalah buku pelajaran yang mengubah hal tersebut. "

Koloni sel-sel Chroococcidiopsis-seperti memiliki warna yang berbeda yang sedang melakukan proses fotosintesis. ini dilakukan oleh klorofil-a  dan klorofil-f . Kredit: Dennis Nuernberg


Mencegah kerusakan karena cahaya

Cyanobacterium lain, Acaryochloris, sudah diketahui melakukan fotosintesis di luar batas standar. Namun, karena hanya terjadi pada satu spesies ini, dengan habitat yang sangat spesifik, itu dianggap sebagai 'pertama kali'. Acaryochloris hidup di bawah semburan air laut hijau yang menampakkan sebagian besar cahaya yang terlihat hanya meninggalkan sinar-inframerah.

Fotosintesis berbasis klorofil-f dilaporkan hari ini merupakan jenis ketiga fotosintesis yang tersebar luas. Namun, ini hanya digunakan dalam kondisi berbayang bayang inframerah, khusus dalam kondisi cahaya normal, bentuk standar fotosintesis masih digunakan.

Diperkirakan bahwa kerusakan ringan akan lebih parah di luar batas standar, tetapi studi baru menunjukkan bahwa itu bukan masalah dalam lingkungan yang stabil dan teduh.

Rekan penulis Dr. Andrea Fantuzzi, dari Departemen Ilmu Kehidupan di Imperial, mengatakan: "Menemukan jenis fotosintesis yang bekerja di luar batas standar mengubah pemahaman kita tentang kebutuhan energi fotosintesis. Ini memberikan wawasan tentang penggunaan energi cahaya dan ke dalam mekanisme yang melindungi sistem terhadap kerusakan oleh cahaya. "

Wawasan ini dapat berguna bagi para peneliti yang mencoba merekayasa tanaman untuk melakukan fotosintesis yang lebih efisien dengan menggunakan lebih banyak cahaya .Bagaimana cyanobacteria ini melindungi diri dari kerusakan yang disebabkan oleh variasi kecerahan cahaya, dapat membantu para peneliti menemukan apa yang layak untuk dikerjakan ke tanaman tanaman.

More information: Dennis J. Nürnberg et al, Photochemistry beyond the red limit in chlorophyll f–containing photosystems, Science (2018)

Thursday, 5 October 2017

Jaringan Pada Tumbuhan dan Hewan


pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang jaringan yang meliputi pengertian jaringan, macam macam jaringan hewan, jenis jenis jaringan pada hewan dan tumbuhan, macam macam jaringan tumbuhan, jaringan pada tumbuhan, jaringan pada hewan, jaringan epitel, jaringan maristem, jaringan ikat, jaringan otot, jaringan parenkim, jaringan epidermin, macam-macam jaringan pada tumbuhan, macam-macam jaringan pada hewan, jaringan epitel pada hewan, jaringan meristem pada tumbuhan, jaringan kolenkim, fungsi jaringan epitel, fungsi jaringan pengikat atau penyokong, fungsi jaringan otot dan fungsi jaringan saraf.

Sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama, akan membentuk jaringan. Jaringan pada tumbuhan, hewan dan manusia berbeda. Dapatkah kamu melihat jaringan?

Pengertian Jaringan

Ukuran dan bentuk sel pada setiap organisme memiliki kekhususan fungsi yang dikerjakan oleh sel yang bersangkutan. Sel darah merah berbentuk seperti cakram dan pipih untuk memudahkan sel darah merah bergerak di dalam pembuluh darah yang sempit.

Sedangkan bentuk sel saraf menjulur, panjang, dan halus, berfungsi mengirimkan rangsang (impuls) ke tubuh. Pada organisme bersel satu, semua fungsi dan kegiatan kehidupannya dilakukan oleh sel tunggalnya itu sendiri.

Pada organisme bersel banyak, satu selnya tidak bekerja sendiri, tetapi beberapa sel yang bentuk dan ukurannya sama bekerja sama dan berinteraksi untuk melakukan semua kegiatan hidupnya.

Kumpulan dari beberapa sel yang bentuk dan fungsinya sama akan membentuk jaringan. Setiap sel pada suatu jaringan berfungsi untuk mempertahankan supaya jaringan itu tetap hidup.
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.

Macam-macam Jaringan pada Hewan

Jaringan pada hewan hampir sama dengan jaringan yang ada pada manusia. Jaringan pada hewan terdiri dari empat kelompok, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat atau penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.

1) Jaringan Epitel

Jaringan epitel tersusun dari sel-sel pengikat sebagai penutup dan pelindung tubuh, alat tubuh, dan jaringan lainnya. Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung tubuh, penyerap zat-zat yang diperlukan dan penerima rangsang. Jaringan epitel juga berfungsi untuk mengeluarkan getah yang mengandung enzim atau hormon.

2) Jaringan Pengikat

Jaringan pengikat atau penyokong tersusun dari sel-sel pengikat sebagai jaringan yang berfungsi untuk mengikat, melindungi, dan menguatkan berbagai jaringan dan organ. Jaringan pengikat terdiri dari jaringan tulang rawan, jaringan tulang keras, jaringan darah, dan jaringan limfa.

Jaringan tulang rawan ataupun tulang keras berfungsi untuk menguatkan tubuh dan melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah. Jaringan tulang rawan dapat ditemukan pada hidung, daun telinga, dan tenggorokan. Jaringan tulang keras berfungsi sebagai tempat melekatnya otot dan sebagai sumber kalsium dan fosfat.

Jaringan darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh dan membawa zat sisa metabolisme keluar sel. Selain itu, darah juga berperan dalam sistem pertahanan tubuh.
Pengertian Jaringan serta Macam-macam Jenis Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan beserta Fungsinya
Gambar: Macam-macam Jenis Jaringan pada Hewan

3) Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun oleh sel-sel otot yang mengandung serabut-serabut yang disebut miofibril yang terdiri dari jaringan otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

Jaringan otot lurik pada umumnya terdapat pada rangka, memiliki inti sel yang banyak, dan cara kerjanya di dalam kesadaran. Otot polos terdapat pada alat tubuh bagian dalam, memiliki inti sel satu, cara kerjanya di luar kesadaran.

4) Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, dendrit, dan akson. Dendrit merupakan serabut bercabang pendek yang menghantarkan implus (rangsang) ke badan sel saraf.

Adapun akson atau neurit merupakan serabut panjang yang tunggal, berfungsi untuk membawa impuls dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya.

Macam-macam Jaringan pada Tumbuhan

Setelah memahami tentang jaringan yang dimiliki oleh manusia dan hewan, selanjutnya kalian diajak untuk memahami tentang jaringan dan organ pada tumbuhan.
Pengertian Jaringan serta Macam-macam Jenis Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan beserta Fungsinya
Gambar: Macam-macam Jenis Jaringan Tumbuhan

Tumbuhan sebagai organisme yang bersel banyak, tersusun dari beberapa jaringan sebagai kumpulan sel-selnya. Ada beberapa jaringan pokok yang terdapat pada tumbuhan, di antaranya:
  1. Jaringan meristem, yaitu jaringan yang tersusun oleh sel-sel yang selalu membelah diri. Contohnya pada ujung akar dan batang.
  2. Jaringan epidermis, yaitu jaringan yang terletak di permukaan tubuh dan memiliki fungsi untuk melindungi tubuh.
  3. Jaringan parenkim, terdapat pada hampir semua bagian tumbuhan, seperti akar, batang, dan daun. Jaringan ini berperan sebagai penyimpan cadangan makanan.
  4. Jaringan penyokongberfungsi menguatkan dan menegakkan tumbuhan, contohnya kolenkim dan sklerenkim.
  5. Jaringan pengangkut atau pembuluh, terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan. Adapun floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Wednesday, 14 June 2017

Poses Reproduksi Pada Manusia



Proses reproduksi pada manusia meliputi:
A. Spermatogenesis
Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.
Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.
Proses Spermatogenesis : Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer. Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH.
Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 – 400 juta sel spermatozoa.
B. Oogenesis
Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas.
Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua.
Pengaruh Hormon dalam Oogenesis. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.
Catatan : Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita, ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 – 5O tahun. Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya, meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer.
C. Siklus Menstruasi
Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstraasi). Menstruasi terjadi secara perfodik satu bulan sekali. Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai kemudian terhenti sama sekali. Masa ini disebut menopause.
Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus. Bedanya, pada siklus menstruasi, jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh, sedangkan pada siklus estrus, jika tidak terjadi pembuahan, endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh.
Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.
D. Pembentukan Embrio
Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii, terjadilah zigot, zigot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebut morula, di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii, bentuk ini kemudian disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta), sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).
Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus, hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio.
Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin. Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.1.
Pembuatan Lapisan Lembaga. Setelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm, di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk Pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur. Pada manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak berkembang, tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio.
Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Ketiga lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.
Membran (Lapisan Embrio). Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :
a. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)
Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.
b. Amnion
Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung, gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan.
c. Alantois
Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tall pusat.
d. Korion
Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta). Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus.
Plasenta atau Ari-Ari. Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm, dan tebal 2,5 cm. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah fertilisasi, plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta berperan dalam pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. Pada sistem hubungan plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin, meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin.
Catatan : Makin tua kandungan, jumlah estrogen di dalam darah makin banyak, progesteron makin sedikit. Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi, sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus. Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis jugs berperan dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan. Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipoftsislah yang merangsang produksi air susu.
E. Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah suatu cara yang bertujuan mencegah terjadinya pembuahan, terdapat beberapa metode, antara lain:
a. Tanpa Alat Bantu
Dengan cara tidak melakukan koitus pada masa subur wanita (hari 12 – 16 siklus haid). Cara ini dikenal dengan nama sistem kalender atau abstinensi.
b. Menggunakan Alat Bantu
Mencegah pertemuan ovum dengan spermatozoa, dapat dilakukan dengan berbagai alat bantu, misalnya : kondom, spiral, jelly, dan lain-lain.
c. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mengikat/memotong saluran vas defereus dikenal dengan istilah vasektomi, atau mengikat/memotong tuba fallopii dikenal dengan istilah tubektomi.